My Rainbow Dreams

Just Blogger Templates

Jumat, 17 Februari 2012

Shin Young meminta Min Jae menghentikan semua ini dan kembali lagi ke dalam rumah untuk menyelesaikan semuanya.

Min Jae menolaknya, dan Shin young menyadari Min Jae masih kekanak-kanakan dan tidak bisa mengendalikan situasi. Min Jae menarik Shin young dan memeluknya dengan erat, “Jangan pergi.”
Di dalam apartemen, Sang mi yang marah2 menemukan selembar surat dari Shin young yang ditulisnya untuk Min Jae:
Minjae, teman serumahku. Ku kira aku tidak bisa bertemu denganmu sebelum aku pergi, jadi aku menulis surat. Da jung selalu mengeluh bahwa kamar itu dingin, aku khawatir jika saat kau tidur ternyata memang dingin. Aku ingin menjaga janji yang kubuat pada ibumu. itu adalah suatu kehormatan baginya sebagai orang yang telah membawa Ha Min Jae yang kucintai ke dunia ini. Aku akan menerimamu sebagai teman serumah sampai akhir minggu ini. Aku akan memberikan selimut berpemanas di studio, supaya kau bisa tinggal di sana. Kalau aku kangen aku akan menemuimu. Ini adalah rasa gembira yang lama tidak kurasakan. Keinginan untuk mencoba dan hidup dengan baik. Ini adalah hadiah darimu. Hadiah apa yang bisa kuberikan untukmu..aku memikirkannya setiap hari. Terima kasih dan aku cinta padamu. Musim semi di hatiku, Ha Min Jae.
Sang mi tidak bisa marah lagi membaca surat itu. Ia pergi dan meninggalkan makanan yang dibawanya.Min Jae membawa Shin young bermobil tanpa tujuan dan tidak mau pulang. Shin young akhirnya merasa cukup dengan kekanak-kanakan-nya dan minta Min Jae untuk menghentikan mobil dan ia turun, pulang naik taksi.
Bu ki menunggu Shin young dan membantunya membayar ongkos taksi dan menghibur Shin young. Shin Young menemukan kotak makanan dari Sang mi dan ia merasa bersalah. Shin Young mengaku ia merasa ada gap diantara dirinya dan Min Jae. Bu Ki berkata, bukan gap antar generasi tapi perbedaan pemikiran.
Bu Ki berkata, “Lee Shin Young jika ada begitu banyak rintangan, putus saja dengannya. Setiap pasangan punya gunung untuk di daki. Jika kau tidak mau berurusan dengan pria yang 10 th lebih muda darimu, kau bisa memilih pria seumurmu dengan kepribadian yang buruk, atau mungkin kau labih suka berurusan dengan mertua dan saudara ipar. Ini pilihanmu. Siapapun pria yang kau pilih, selalu ada sesuatu yang harus kau hadapi dalam hubungan itu. Pilih yang bisa kau terima.”
Shin Young, “Apa kau tidak punya sesuatu yang bisa kau terima? Itukah sebabnya kau masih single sampai sekarang?” Bu Ki, “Aku hanya suka dengan hidupku sekarang. Itulah mengapa aku masih tetap single.” Shin Young mengirim SMS pada Sang Mi, ia berharap semua kesalah pahaman akan selesai dan ia sudah meminta Min Jae kembali ke rumah.

Min jae muncul di rumah ibunya. Min Jae mengeluh karena ibunya memperlakukannya seperti anak kecil di depan pacarnya. Min Jae menjelaskan tidak ada apa2, dan Shin young cukup frustrasi untuk menjaga janjinya pada ibunya.
Min Jae juga minta maaf dan mengaku kesalahannya. Dan sang mi melunak pada anaknya.Shin Young membereskan barang2 Min Jae dan ia menemukan kartu ID mahasiswa Min Jae, dan Shin young tertawa karena merasa Min Jae lucu sekali, tapi kemudian ia sadar ada perbedaan usia cukup signifikan diantara mereka.
Da jung yang sedang mempelajari proyek barunya, merasa kaget saat iparnya masuk ke apartemennya dengan kantong2 belanjaan dan anaknya. Ternyata ipar Da Jung mau Da jung memasakkan 5 macam masakan untuknya, ia mau memberikan masakan itu untuk mertuanya. Ha?
Da jung sudah merasa cukup dan ia mencari Bu Ki, untuk sharing.
Bu Ki hanya bisa berkata, Da jung menahannya atau keluar dari situasi ini. Da jung berkata dengan nada cemburu, “Hari ini, aku cemburu padamu dan Shin Young.” Bu Ki berkata agar Da jung ingat saat dia berdoa untuk pasangan agar ia bisa berbagi makan agujjim bersama. Da Jung menjawab bahwa harga untuk berbagi agujjim terlalu tinggi.
Da jung heran mengapa orang2 mau menikah, Da jung ingin menikah karena ingin mengakhiri hidup singlenya, hanya ia baru sadar bahwa pernikahan itu bukan akhir, tapi justru awal segalanya.Shin Young sukses di kantor. Cerita pacar politisi yang sempat dibekukan akhirnya ditayangkan dan Shin Young mendapat pengakuan dari boss-nya.
Shin young segera ingin menemui Min Jae untuk berbagi berita menggembirakan ini, hanya saja ia melihat Min Jae sedang bersama seorang gadis muda. Gadis itu merangkulkan tangannya ke lengan Min Jae, dan Min Jae juga tidak bisa mengusirnya begitu saja. Kelihatan sekali kalau gadis itu mengejar Min Jae.
Shin Young tahu itu tidak berarti apa-apa, tapi ada sesuatu yang tidak enak, Shin young berbalik dan pergi. Min jae melihatnya dan ia segera mengejar Shin young.
Shin Young dengan santai tanya siapa gadis itu, Min Jae berkata dia adalah Senna, adik kelasnya, dan juga seorang penyanyi. Min jae memberikan lagu untuk album baru Senna.Min Jae ingin makan malam di rumah, karena ia akan pindah besok, jadi ini makan malam terakhirnya di rumahShin Young. Mereka memutuskan bahwa orang pertama yang sampai di rumah harus masak. Dan Shin Young sangat gembira.
Sang Woo membawa Sang Mi ke apartemennya untuk diperkenalkan pada ibunya. Seperti yang sudah di duga, Ibu Sang Woo kaget dan menentang mentah2 hubungan mereka berdua. Ibu Sang Woo berkata bahwa ia dan ayah Sang Woo tidak akan menghadiri pernikahan mereka, dan akhirnya Ibu Sang Woo memohon pada Sang Mi untuk melepaskan Sang Woo.
Sang mi mengalami apa yang dialami Shin young. Ibu sang Woo minta Sang mi memikirkan putranya, dan bagaimana orang2 akan melihat putranya. Sang Woo tidak tahan dan ia menarik Sang Mi keluar dari apartemennya. Sang mi jadi ingat apa yang dilakukan Min jae waktu ia menarik Shin young di depan sang mi dan pergi. Mirip.
Shin young menolak ajakan teman2nya untuk merayakan kesuksesannya dan memutuskan untuk pulang lebih awal untuk masak buat Min Jae. Shin Young menyiapkan pasta.
Ternyata Min jae yang mau pulang langsung ditahan oleh teman2nya, mereka mau mengajak Min Jae minum2 dan tidak mau mendengar keberatan Min jae. Min jae akhirnya pergi dengan mereka. Min jae mengirim sms pada Shin young dan berkata ia pulang telat, jadi jika Shin young lapar, makan duluan saja.

Shin young memutuskan untuk menunggu Min Jae karena ini adalah makan malam terakhir mereka di apartemennya.
Da jung dan Ban Seok makan malam di resto sushi, Da Jung mencoba mengarahkan pembicaraan pada saudara perempuan Ban Seok. Ban Seok salah paham dan berpikir Da Jung mulai cocok dengan saudaranya jadi ia senang sekali. Da Jung benar2 putus asa.
Ban Seok bahkan mengumumkan dengan senang bahwa saudara perempuannya akan membeli apartemen di atas apartemen mereka. Apa? Da Jung kaget sekali, dia akan tinggal di lantai atas ? Akhirnya Da jung tidak tahan lagi dan mengatakan semuanya pada Ban Seok.
Mereka bertengkar. Da Jung berkata sambil menangis, ia takut saat memikirkan masa depannya, dan Ban seok membalas, ia tidak tahu bahwa Da jung adalah orang yang egois, ini menyakitkan hati Da jung.
Shin Young menunggu Min Jae..menunggu..menunggu..main2 dengan pasta mentah, menusukkan pasta ke rambutnya, dan tiba2 ada kiriman foto dari teman Shin young yang kebetulan ada di bar yang sama dengan Min jae. Di foto itu, Min Jae dan Senna lomba minum bir sambil berangkulan tangan.
Sebenarnya Min jae benar2 berusaha untuk pulang, tapi teman2nya tidak mengijinkannya. Shin Young panik dan tiba2 kepanasan, ia mematahkan pasta mentah dalam jumlah banyak, stress. Lalu Shin young memutuskan untuk relaksasi dengan yoga. Shin young mendengar Min Jae masuk dan Shin young siap untuk menghadapi Min Jae.
Min Jae membawa kue dan bersikap biasa saja. Shin young terlihat marah. Min Jae sadar situasinya tidak enak, tapi Min jae tidak mengerti mengapaShin young begitu marah. Shin young akhirnya berhasil menenangkan diri, ia tidak akan cemburu dengan anak usia 22 th. Shin young akhirnya memutuskan untuk masuk ke kamarnya saja.
Min Jae menyiapkan kue tart-nya, ia memasang lilin dan masuk ke kamar Shin young. Shin Young melihat Min Jae dengan kue dan lilinnya dan ia tidak bereaksi. Lalu Min Jae langsung naik ke tempat tidur Shin Young. Shin Young duduk dan minta Min Jae pergi, kau tidak bisa di sini. Tapi Min Jae mendorong Shin young kembali tidur dan melingkarkan lengannya ke pinggang Shin young, aku lelah dan mabuk, biarkan aku disini 10 menit saja, heh?Shin young tidur dengan tangan di kepalanya dan memandang Min Jae, dan sepertinya tidak marah lagi…hehe..Shin Young memandangi Min Jae dan tanya apa yang sedang dipikir Min Jae,
Min Jae, “Aku benar2 pengacau sampai aku bertemu Ban Seok. Saat aku bertemu hyung aku berubah, dan ketika aku bertemu denganmu, aku berubah lagi.”
Shin young, “Bagaimana?”
Min Jae, “Aku akan mengatakannya nanti.”Min Jae tidur, Shin young yang juga mengantuk akhirnya mematikan lampu dan mereka tidur.
Sebaliknya Da jung dan Ban Seok untuk pertama kalinya tidur terpisah. Da Jung merasa sedih karena Ban Seok membiarkan ia tidur sendirian dan tidak membujuknya kembali ke kamar mereka.
Paginya, Min Jae dan Shin Young bangun bersama dan Min jae berkata, bahkan tanpa membasuh wajah, Shin young tetap cantik. Min Jae, “Jadi kita tidur bersama” Shin Young, “Ya, kukira begitu.” Min Jae, “Aku akan bertanggung jawab, jangan khawatir.” hehe..
Tiba2 Min Jae mendapat telp dari Senna, aarrgh..!
sang Mi dan Sang Woo jalan2 di tepi sungai, dan akhirnya Sang mi memutuskan untuk meninggalkan Sang Woo. Sang mi kemudian pergi dan Sang Woo sendirian memandangi sungai. Di rumah Sang mi menangis sendirian.
Di kantor, Shin young melihat Min Jae dengan Senna lagi, dan Senna benar2 nyebelin. Shin young pulang sendirian ke apartemennya dan ia berimajinasi Min jae ada di sana menyambutnya. Tapi saat Shin young melihat lagi, Min jae hilang.Kemudian ia berhalusinasi melihat Da jung masuk dari pintu luar membawa arak untuk minum dan ngobrol bersama. Tapi ternyata itu juga halusinasi. Shin young, “Apakah karena ini, orang2 memutuskan menikah?”
Tiba2 persis dengan halusinasi Shin young, Da Jung keluar dari kamar lamanya dengan membawa tas. Shin young kaget sekali. Da jung menjawab, “Jangan pernah menikah. Hidup saja dengan bebas dan nyaman.”
Shin young masih bengong dan Da jung berkata ia tidak bisa menyelesaikan pekerjaan-nya karena keributan di apartemen atas dan ia menambahkan ia iri pada Shin young. Da jung berpamitan dan pergi. Shin young masih bingung, apa benar tadi itu Da jung.
Shin Young mendapat promosi. Bossnya menyarankan Shin Young menjadi wartawan koresponden di kantor luar negeri (another K-drama klise, pasti akan ada yg keluar negri, sampai sekian th..) Boss Shin young berkata sekitar 3 tahun. Shin Young ragu2 dan menolaknya. Bossnya berkata agar Shin young memikirkannya lagi dan jangan sampai kehilangan kesempatan bagus ini.
Shin Young menunggu Min Jae, Shin Young mencoba mengatakan ini pada Min jae hanya tidak mampu dan hanya janji akan saling menelepon.
Shin young meminta pendapat Bu Ki, dan my Bu ki berkata jika shin young tetap di korea, ia juga tetap saja menua dan mungkin masih tetap single. Kau tidak pernah berpikir kau akan berusia 34 th dan masih single kan? Tapi hidup cukup menyenangkan kan?
Shin young berkata berarti itu adalah akhir hubungannya dengan Min jae, Bu Ki berkata, kalaupun Min Jae ada di sisi shin young, bukan berarti mereka akan tetap bersama, dan jika mereka berjauhan, bukan berarti mereka putus. Bu Ki berkata bahwa masa depan itu misteri dan mereka bisa saja berpisah lalu balik lagi. “Dunia ini luas, banyak pria di luar sana, dan kau berharga.”Min Jae mendengar dari ibunya jika ia dan Sang Woo sudah putus. Min Jae, “Mengapa ibu tidak bisa berani seperti Shin young?”
Min Jae menemui Sang Woo dan ingin tahu, jika benar Sang Woo mencintai ibunya , mengapa Sang Woo menyerah begitu saja. Sang Woo menjelaskan ia menunggu Sang mi kembali dan berubah pikiran. Min jae tidak percaya. Min Jae, “Kau tidak tahu bagaimana mencintai seseorang. Kau tidak tahu bagaimana mencintai shin young waktu itu, dan kau melakukan yang sama pada ibuku sekarang.”
Sang Woo hanya berkata Min jae anak yang tidak tahu kesulitan ibunya. Min jae sebaiknya mencemaskan Shin young saja, berusahalah mengubah pikirannya. Apa? Min jae kaget dan ia baru tahu jika Shin young ragu2 mengambil promosinya karena dirinya. Sang Woo berkata Shin young dulu tidak ragu2 untuk mengambil kesempatan ke LN, sekarang ia ragu. Ini karena Min jae.
Shin young akhirnya memutuskan mengambil kesempatan ke LN, dan ia harus mengatakannya pada Min Jae. Min Jae minta shin young menemuinya di lorong, dan mereka berdiri diam saja beberapa saat, Min Jae dengan menahan perasaannya berkata pada Shin young untuk pergi.Shin young, “Apa kau benar2 mau aku pergi?”
Min Jae, “Ya”
Shin young, “Aku akan pergi selama 3 tahun.”
Min Jae “Aku tetap ingin kau pergi.”
Shin young, “Baik tapi aku tidak mau pergi dengan berat hati. Kita putus saja.”
Min Jae, “Mengapa kita harus putus?”
Shin Young, “Dalam 3 th, kita tidak bisa berkata perasaan kita masih tetap sama. Dan tempatmu..aku kira tidak akan berada di sisiku.”
Min Jae, “Aku akan menunggu. Pergi dan kembalilah.”
Shin young, “Kau tidak bisa berjanji menungguku selama 3 th, aku ingin pergi dengan nyaman, kita putus saja.”
Min Jae, “Apa ini yang benar2 kau inginkan?”
Shin Young, “Ya, aku serius.”

Shin young akan pergi tapi Min jae menarik tangannya. Shin young berbalik untuk terakhir kalinya dan berterima kasih pada Min Jae untuk semuanya dan berkata, “Baik2 ya..” dan Shin young melepaskan tangan Min Jae dan pergi.Min Jae melihat Shin Young pergi dengan hati hancur…
Sinopsis Drama dan Film Korea The Year 2012 : Year of God's Favor Saturday, May 21, 2011 Sinopsis 49 Days Episode 20 part 1 Final Yi Kyung kaget, Ji Hyun ingat dia dan semuanya tapi pura-pura tidak ingat? Ji Hyun mengaku kalau dia melakukan ini karena : Aku akan segera mati. Flashback, Saat Ji Hyun menjalani pemeriksaan MRI untuk kepalanya. Scheduler muncul, awalnya dia mengenakan setelan hitam resmi seperti saat akan menjemput seseorang, lalu Scheduler ganti baju dokter dan tersenyum pada Ji Hyun. Ji hyun : Kau Scheduler kan? Scheduler merasa sedih, apa kau sudah melupakanku? Ji hyun : Bukan itu, kenapa aku bisa melihatmu? Bukankah Scheduler hanya bisa dilihat oleh orang yang akan mati. Scheduler diam saja, wajahnya serius. Ji Hyun bingung, kenapa aku bisa ingat 49 hariku? Scheduler berkata punya hadiah yang kejam untuk Ji Hyun, kau bisa menolaknya jika mau. Ji Hyun tidak mengerti, apa maksudnya? Aku akan mati? Scheduler : Aku mendapatkan jadwal terakhirku dan orang terakhir yang harus kuantar adalah kau Shin Ji Hyun. Tanggal kematianmu adalah 6 hari dari sekarang. Karena kau sudah menjalani 49 hari dan menerima 3 tetes air mata, maka mereka memberimu kesempatan untuk mengingat 49 harimu demi kau. Ji Hyun terpana : Jadi kau minta aku memilih apa aku ingin mengingat 49 hari itu atau tidak? Scheduler : Jika kau tidak mau, pada hari ke-6 saat kau mati, kau akan melihatku untuk pertama kalinya. Ji hyun : Jadi maksudmu aku akan mati setelah 5 hari? Scheduler membenarkan : Sejak tanggal kelahiranmu sampai hari akhir itu, sudah menjadi takdirmu. Apa kau marah? Kau bisa mengeluarkan kemarahanmu jika kau mau. Ji Hyun menangis putus asa, aku mau marah pada siapa? Kenapa aku harus marah? Tidak peduli semarah apa aku, tidak peduli betapa tidak adilnya ini dan betapa kesalnya aku. Aku tahu tidak ada yang bisa dilakukan...seperti apapun aku memohon..Ji Hyun tidak bisa bicara lagi dan ia menangis. Scheduler hanya menghela nafas dan menepuk punggung Ji Hyun, ya ada sesuatu yang diluar kendali manusia, yaitu kehidupan dan kematian. Yi Kyung tidak mengerti, apa itu 49 hari dan apa itu sudah takdir, siapa yang mengatakan itu padamu? Ji hyun berkata ada seseorang. Yi Kyung : Apa kau akan benar2.. Ji hyun membenarkan, dia akan segera pergi. Yi Kyung kesal, ini keterlaluan, kau sudah banyak menderita dan baru saja hidup lagi, ini terlalu kejam. Ji hyun menggeleng, tidak. Jika tidak ada perjalanan 49 hari itu, perusahaan ayahku mungkin sudah jatuh ke tangan Kang Min ho. Dan karena tunangan dan temanku menghianatiku, aku mungkin akan syok dan stress berat. Aku mungkin tidak akan bisa menahan itu lalu bunuh diri dan mati. Ini sudah takdir. Karena 49 hari aku bisa menerima cinta Kang dan bisa merasakan cinta. Aku bisa melindungi perusahaan ayahku. Dan kehidupan yang kujalani saat itu, aku merasa itu baik juga, jika aku mati tanpa tahu apapun, aku akan mati dari kehidupan yang palsu. Yi Kyung heran, kalau begitu kenapa pura-pura lupa. Ji hyun ingin semua melihatnya seperti Ji Hyun yang polos dan ceria seperti dulu. Aku ingin terlihat kalau aku hidup bahagia. Itulah mengapa aku tidak ingin semua tahu kecuali kau. Ji Hyun menggenggam tangan Yi Kyung, dia tidak bisa pura2 tidak kenal Yi Kyung. Yi kyung tanya tentang Han Kang, dia sudah kerja keras demi dirimu. Dia sangat mencintaimu, meskipun orang tuamu tidak tahu, dia ingat 49 hari itu. Dia minta kau mengatakan apa yang ingin kau katakan kalau kau bangun, iya kan? Dia minta agar kau tidak pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal. Ji hyun merasa itu tidak ada artinya, mengatakan "Aku menyukaimu, aku mencintaimu" hanya akan menyakiti Han Kang. Yi Kyung membujuknya, tapi kau juga menderita. Ji hyun melihat bagaimana Yi Kyung menderita karena ditinggal orang yang ia cintai, orang yang ditinggal harus hidup sendirian, jadi kumohon jangan mengatakannya pada Han Kang. Aku cuma ingin dikenang sebagai teman baginya. Yi Kyung menggenggam erat tangan Ji hyun. Han Kang mengunjungi Min ho di penjara. Min Ho tanya, apa kau puas sekarang? Ini mengejutkan, kau benar2 mengunjungiku. Aku ingin melihat betapa senangnya dirimu. Bukankah kau menyombong kalau kau akan menghentikanku? Kau benar2 melakukannya. Han Kang : Tidak, aku tidak puas. Tidak ada yang bisa menggambarkan betapa senangnya aku sekarang karena tidak harus melihat kehancuran moralmu lebih jauh lagi. Min ho menghela nafas, sudah terlambat. Kang Min Ho yang kau kenal sudah tidak ada lagi. Tidak, kata Han Kang. Kau akan kembali. Kau akan menjalani hukumanmu dan kembali. Dan menjadi kakak yang terhormat yang kuingat. Min Ho senyum tipis, kau bilang kau hormat padaku? Han Kang tahu Min Ho adalah orang yang mampu mengatasi kesulitan dan penderitaan. Min Ho : Apa kau tahu kenapa aku menyukaimu? Han Kang heran, kau benar2 menyukaiku? Min ho : Kau pernah merasakan sakit hati karena orang tuamu. Karena kau terlalu jujur, kau sangat murni. Aku tidak punya hal seperti itu. Han Kang berkata kalau Ji Hyun semakin membaik dan ia tidak tahu apa yang dilakukan Min Ho, tapi kalaupun dia ingat aku akan disana untuk Ji Hyun dan membantunya melalui ini. Min ho minta Han kang tidak bicara lagi. Ji hyun pulang ke rumah sebentar dan makan bersama orang tuanya. Makanan-nya banyak sekali dan Ji hyun berkata ini berlebihan. Ayah berkata kalau semua ini masakan bibi, sedangkan ibu hanya masak sup pasta kedelai saja. Ji hyun mencicipi supnya dan berkata dia paling menyukainya. Ayah mengambil makanan dan memberikan ke Ji Hyun, tidak perlu mengurus sup, makan ini juga. Ji Hyun makan sambil senyum. Lalu ia juga membalas mengambilkan makanan untuk ayahnya. Ayah adalah yang terbaik. Ayahnya tersenyum. Ji Hyun juga mengambil untuk ibu dan ibu berkata ini seperti mimpi saja. Meskipun cuma sehari, aku ingin sekali makan bertiga seperti ini. Ayah berkata ibu lebih ambisius darinya, ayah hanya ingin melihat Ji Hyun tersenyum dan ia tidak akan punya penyesalan. Ji Hyun tersenyum, benarkah? Kalau begitu aku bisa mewujudkannya untuk kalian. Ji hyun tersenyum, benar2 berharga menjadi Shin Ji Hyun ini. Kedua orang tuanya ketawa. Mereka makan lagi. Tapi diam-diam Ji Hyun menahan kesedihannya. Malamnya, Ji hyun masuk kamar dan perlahan membereskan foto-fotonya bersama In Jung dan Seo Woo. Ji Hyun memandangi foto mereka dengan sedih. Paginya, Ji Hyun jalan perlahan ke apartemen Yi Kyung, ia mengelus pagar tangga. Yi Kyung berdiri di depan rumah dan melihat Ji Hyun. Yi Kyung tampak sedih. Ji hyun melihatnya dan langsung lari menemui Yi Kyung, unni! Ji hyun kelihatan gembira sekali. Yi Kyung tersenyum, ia tanya jadi selama ini kau selalu menungguku seperti ini disini? Dan aku tidak menyapamu. Ji hyun mengangguk, itu karena kau tidak bisa melihatku. Ji hyun menarik tangan Yi Kyung, kakak, ayo kita kedalam. Yi Kyung membuat kimbap untuk Ji Hyun. Ji Hyun memakannya, kenapa rasanya lebih enak dari buatanku ya? Yi Kyung hanya tersenyum. Ji Hyun mengambil sepotong dan menyuapkan satu untuk Yi Kyung. Ji hyun memandangi Yi Kyung, pasti menyenangkan jika aku bisa ada disisimu. Yi Kyung menahan tangis, apa sekarang waktunya untuk mencemaskanku? Ji Hyun tersenyum, kakak tidak lama lagi akan ada banyak orang baik disekitarmu. Han Kang duduk di kantor sambil merenung. Paman Oh lari masuk, Kang-ah! Ji hyun ada di sini! Han Kang kaget, Ji hyun? Lalu ia bergegas keluar. Han Kang memandangi punggung Ji Hyun. Han Kang menahan perasaan-nya dan berseru : Ya! Shin Ji Hyun, apa yang kau lakukan? Kau seharusnya di RS! Ji hyun menoleh, Aku menyelinap keluar dari RS. Aku ingin pergi ke satu tempat. Han Kang heran, kemana? Ji hyun mengajak Han Kang piknik. Di mobil Ji Hyun berkata dia tidak pernah piknik sambil membawa kimbap dengan pacarku. Han Kang : Sejak kapan aku jadi pacarmu? Ji Hyun membalas, bukan seperti itu. Han Kang geli, aku tahu kau pasti sangat menyukaiku, mengaku saja. Ji Hyun jadi ketawa, Han Kang juga. Ji hyun melihat isi tas, dan berkata dia lupa bawa mp3 player, apa aku bisa pinjam mp3-mu? Buat apa? tanya Han Kang. Ji hyun ingin mendengar musik saat piknik. Han Kang : Kau pinjam cinta, mp3 player, mobil, setelah itu kau mau pinjam apa lagi? Ji Hyun : Kau, Han Kang. Han Kang kaget. Ji Hyun ingin pinjam Han Kang sebagai pacarnya hari ini saja. Ji Hyun tanya apa Han kang tidak suka. Han Kang : Bukan, kalau begitu kau juga, aku ingin meminjammu sebagai pacarku untuk satu hari. Ji Hyun tertegun memandang Han Kang. Mereka piknik di taman, Ji Hyun membuka kotak bekalnya tadda...ini kimbap buatan Shin Ji Hyun. Han Kang kagum, wah ini benar kau yang membuatnya? Ji hyun berkata, suatu pagi ia bangun dan mendengar betapa Han kang sangat memperhatikan orang tuanya, maka Ji Hyun membuat ini sebagai ucapan terima kasih. Han kang makan satu. Ji Hyun tanya, bagaimana rasanya? Han Kang langsung menggoda, bau apa ini? Apa kau yakin memilih bayamnya dengan benar? Ji Hyun cemberut, apa benar tidak enak? Han Kang geli dan menyuapkan kimbap ke mulut Ji Hyun, kalau tidak enak, mana mungkin aku memakannya. Han Kang mengeluarkan ponsel dan memotret kimbap, lalu Ji hyun. Ji hyun protes, hei! Jangan memotretku. Han Kang tetap saja mengambil gambar. Han Kang melihat2 hasil jepretannya, ia memuji fotonya sendiri. Ah anak laki siapa ini yang keren sekali? Ji hyun mencibir. Lalu Han Kang berkata ah anak perempuan ini terlihat.. Ji hyun mendekat, cantik kan? Jelek! kata Han Kang, lihat caramu makan Kimbap. Ji hyun ingin merampas ponsel Han Kang, tapi Han Kang terus menghalanginya, keduanya rebutan ponsel dan kalung ibu Han Kang terjatuh. Keduanya memandang kalung itu dan Ji hyun mengaku kalau itu diperoleh dari ibu Han Kang. Ji hyun : Karena kau sepertinya sudah tidak membenciku, aku akan menceritakannya. Sebenarnya aku..dekat dengan ibumu. Kau tidak tahu itu, iya kan? Han Kang kaget juga, kau dekat dengan ibuku? flashback, Ibu Kang sedang menggoreng sayur balut tepung. Sepertinya timun atau terong dibalur tepung terus digoreng. Ji hyun makan dengan lahap. Ibu Kang tersenyum, kau terlihat sangat cantik dan bahagia kalau sedang makan, Ji Hyun. Ji hyun heran, kata ibu, Han Kang tidak suka makanan ini, tapi kenapa tetap membuatnya? Ibu berkata karena dulu dia tidak bisa menjaga Han Kang dengan sungguh2, jadi sekarang Ibu ingin Han kang makan paling tidak satu atau dua biji saja, cukup. Ji hyun ingin tahu kenapa Han Kang tidak menyukai ibunya. Ibu Kang : Karena aku tidak mengatakan apa yang ia ingin ketahui. Ji Hyun tidak mengerti, kenapa tidak? Ibu Kang : Jika kau sangat mencintai seseorang..meskipun dia salah paham padamu, ada hal yang tidak bisa kau katakan padanya. Karena jika kau mengatakannya, itu akan sangat melukai Kang. Mungkin karena itu cinta..meskipun salah paham, kau tidak merasa perlu untuk menjelaskan tindakanmu. Daripada melukainya, aku lebih memilih dia salah paham. Han Kang ingat saat Jh-kyung juga mengatakan hal itu, ia berpikir, sebenarnya dia hanya menyampaikan kata-kata ibuku.. Han Kang : Sekarang aku akhirnya mengerti. Ji hyun : Kata-kata dan niat ibumu? Han Kang membenarkan. Lalu ia menambahkan, menyembunyikan perasaan lebih melelahkan daripada tidak mengetahuinya. Ji hyun tertegun. Dia juga pernah mengatakan itu pada Han Kang. Kang tanya, kenapa Ji Hyun datang ke rumahnya? Aku bahkan tidak ada di rumah. Ji hyun : Karena kau tidak pernah ada di rumah. Mereka jalan sampai ke satu tempat. Ji Hyun heran, kita mau apa disini? Han Kang menunjuk satu lokasi, jika kau melempar koin ke sana dan mengucapkan harapan, maka harapanmu akan terkabul. Ji Hyun semangat, benarkah? Ini kebetulan sekali, aku punya harapan. Han kang memberikan koin dan Ji hyun melemparnya. Lalu berdoa. Han Kang mengamati Ji hyun, ia ingat... Sebelumnya, Yi Kyung pernah menemui Han Kang. Yi Kyung mengatakan kalau waktu Ji Hyun tidak lama lagi, sebenarnya Ji hyun sudah melarangnya mengatakan pada Han kang. Tapi Yi Kyung tidak tega, karena waktu itu Ji Hyun sangat kesepian, dan saat ini juga sama. Ji hyun tidak ingin orang yang ditinggalkan merasa sakit hati. Jika kau mengantar Ji Hyun pergi sesuai yang diinginkannya, meskipun sangat berat...aku pikir Han Kang seharusnya tahu ini. Han Kang syok. Yi Kyung berkata ia mengerti perasaan Ji Hyun. Han kang sedih : Yang paling aku inginkan adalah melihat Ji hyun hidup. Apa benar2 ada sesuatu seperti itu? Aku tidak harus melihatnya sepanjang hidupku, hanya biarkan dia hidup.. Kembali ke Han Kang dan Ji Hyun. Han Kang ikut berdoa : Kumohon biarkan Ji Hyun hidup dan ada di sisiku Ji Hyun berdoa : Kumohon biarkan Han Kang melupakanku. Keduanya membuka mata dan menghela nafas lega, lalu ketawa. Han Kang sudah mengantar Ji hyun kembali ke RS, di mobil Han Kang bicara sendiri : Kau sudah melakukan dengan baik. Han Kang, kau sudah melakukan dengan baik. Tapi kenapa aku merasa gugup? Ji Hyun selesai mandi, ah segar sekali. Ibu heran, jika kau lelah kenapa harus mandi, cuci muka saja bisa kan? Ji Hyun ketawa, aku tidak lelah sama sekali. Hari ini aku sangat bahagia, benar2 bahagia. Ayah datang dan tanya, apa yang kau lakukan dan dengan siapa sehingga kau merasa bahagia? Ji hyun senang, Ayah datang. Ji hyun langsung menggandeng Ayahnya, Ayah, apa kau mau tahu mengapa aku sangat bahagia? Ayah : Katakan saja padaku. Ji hyun berbisik pada ayahnya : Aku sangat bahagia karena aku terlahir sebagai putrimu. Ayahnya heran tapi senang, Aigoo, benarkah? Lalu ia merangkul Ji Hyun. Ibu merajuk, sekarang ayah dan anak mengucilkanku, iya kan? Ji hyun tertawa tentu saja tidak. Lalu ia juga merangkul ibunya, Ibu.. Ji hyun : Aku sangat bahagia karena aku terlahir sebagai putrimu. Ibu terkejut, ia senang sekali, benarkah? Ji Hyun memeluk ibu. Ji hyun jalan, aku sudah hidup bahagia sepanjang hidupku. Tiba-tiba Ji hyun merasa perutnya sakit. Ji hyun langsung jatuh tersungkur. Ayah dan Ibu panik, ada apa? ada apa Ji Hyun? Ji hyun! Ayah teriak minta Ibu segera memanggil Dokter Jo. Ibu lari keluar. Roh Shin Ji hyun keluar dari tubuhnya. Sudah waktunya bagi Ji Hyun untuk pulang. Scheduler ada di depannya, ia tersenyum dan mengulurkan tangan membantu Ji hyun berdiri. Ji Hyun : Apa kau benar2 menunggu selama ini? Scheduler menahan emosinya, selama ini..Kau benar-benar melakukan-nya dengan baik. Ia membungkuk pada Ji hyun. Ji Hyun menghela nafas, ayo kita pergi, cepat. Scheduler mengerti dan mengantar Ji hyun. Ji Hyun menoleh sebentar ke arah Ayahnya yang menangis sambil memeluk tubuhnya. Lalu ia jalan mengikuti Scheduler. Scheduler dan Ji hyun jalan perlahan ke arah Lift Alam Baka. Di depan Lift, Scheduler mengulurkan tangan dan berjabat tangan dengan Ji Hyun. Scheduler mengulurkan tangan membuka Lift. Ji hyun masuk ke dalam Lift. Ji hyun menahan tangis dan ia tersenyum pada Scheduler. Scheduler juga tersenyum. Pintu lift tertutup dan Scheduler menangis. Ayah dan Ibu menangis di depan mayat Ji hyun. Dokter Jo menjelaskan, penyebab kematian Ji hyun adalah pembengkaan di aorta yang menyebabkan kematian mendadak. Ayah marah, bagaimana mungkin meninggal begitu saja? Dokter Jo berkata aorta di dalam perutnya rusak, seperti bom waktu, bisa meledak kapan saja. Han Kang datang dan terpukul. Meskipun sudah tahu, tapi tetap saja berat baginya. In Jung kerja di perkebunan di Jinan. Ia mendapat telp dan kaget. In Jung menjatuhkan ponselnya dan menangis. Min ho mendapat telp dari In Jung. Oppa..Ji hyun, dia ...sudah meninggal. Min Ho menangis. Upacara kematian Ji Hyun benar2 menyedihkan. Semua menangis karena Ji Hyun. Ayah, Ibu dan Seo Woo. Staf dari Heaven. Terutama Paman Oh, dia emosional sekali. Teman2 Ji hyun yang diwawancara waktu itu. In Jung datang diam-diam dan menangis. Song Yi Kyung duduk di depan altar Ji Hyun, ia menangis sedih. Han Kang apalagi. Han Kang dan Seo Woo menguburkan abu Ji Hyun dan menanam pohon untuk melindunginya. In Jung melihat prosesi itu dari jauh. Sementara Min ho menangis tersedu-sedu di selnya. Setelah semua selesai, Ayah dan Ibu masuk ke kamar Ji Hyun dan tertegun. Kamar itu bersih dan rapi. Tidak ada foto2, buku, atau boneka, semua sudah disimpan rapi. Ayah : Anak iak
Sinopsis Drama dan Film Korea The Year 2012 : Year of God's Favor Saturday, May 21, 2011 Sinopsis 49 Days Episode 20 part 1 Final Yi Kyung kaget, Ji Hyun ingat dia dan semuanya tapi pura-pura tidak ingat? Ji Hyun mengaku kalau dia melakukan ini karena : Aku akan segera mati. Flashback, Saat Ji Hyun menjalani pemeriksaan MRI untuk kepalanya. Scheduler muncul, awalnya dia mengenakan setelan hitam resmi seperti saat akan menjemput seseorang, lalu Scheduler ganti baju dokter dan tersenyum pada Ji Hyun. Ji hyun : Kau Scheduler kan? Scheduler merasa sedih, apa kau sudah melupakanku? Ji hyun : Bukan itu, kenapa aku bisa melihatmu? Bukankah Scheduler hanya bisa dilihat oleh orang yang akan mati. Scheduler diam saja, wajahnya serius. Ji Hyun bingung, kenapa aku bisa ingat 49 hariku? Scheduler berkata punya hadiah yang kejam untuk Ji Hyun, kau bisa menolaknya jika mau. Ji Hyun tidak mengerti, apa maksudnya? Aku akan mati? Scheduler : Aku mendapatkan jadwal terakhirku dan orang terakhir yang harus kuantar adalah kau Shin Ji Hyun. Tanggal kematianmu adalah 6 hari dari sekarang. Karena kau sudah menjalani 49 hari dan menerima 3 tetes air mata, maka mereka memberimu kesempatan untuk mengingat 49 harimu demi kau. Ji Hyun terpana : Jadi kau minta aku memilih apa aku ingin mengingat 49 hari itu atau tidak? Scheduler : Jika kau tidak mau, pada hari ke-6 saat kau mati, kau akan melihatku untuk pertama kalinya. Ji hyun : Jadi maksudmu aku akan mati setelah 5 hari? Scheduler membenarkan : Sejak tanggal kelahiranmu sampai hari akhir itu, sudah menjadi takdirmu. Apa kau marah? Kau bisa mengeluarkan kemarahanmu jika kau mau. Ji Hyun menangis putus asa, aku mau marah pada siapa? Kenapa aku harus marah? Tidak peduli semarah apa aku, tidak peduli betapa tidak adilnya ini dan betapa kesalnya aku. Aku tahu tidak ada yang bisa dilakukan...seperti apapun aku memohon..Ji Hyun tidak bisa bicara lagi dan ia menangis. Scheduler hanya menghela nafas dan menepuk punggung Ji Hyun, ya ada sesuatu yang diluar kendali manusia, yaitu kehidupan dan kematian. Yi Kyung tidak mengerti, apa itu 49 hari dan apa itu sudah takdir, siapa yang mengatakan itu padamu? Ji hyun berkata ada seseorang. Yi Kyung : Apa kau akan benar2.. Ji hyun membenarkan, dia akan segera pergi. Yi Kyung kesal, ini keterlaluan, kau sudah banyak menderita dan baru saja hidup lagi, ini terlalu kejam. Ji hyun menggeleng, tidak. Jika tidak ada perjalanan 49 hari itu, perusahaan ayahku mungkin sudah jatuh ke tangan Kang Min ho. Dan karena tunangan dan temanku menghianatiku, aku mungkin akan syok dan stress berat. Aku mungkin tidak akan bisa menahan itu lalu bunuh diri dan mati. Ini sudah takdir. Karena 49 hari aku bisa menerima cinta Kang dan bisa merasakan cinta. Aku bisa melindungi perusahaan ayahku. Dan kehidupan yang kujalani saat itu, aku merasa itu baik juga, jika aku mati tanpa tahu apapun, aku akan mati dari kehidupan yang palsu. Yi Kyung heran, kalau begitu kenapa pura-pura lupa. Ji hyun ingin semua melihatnya seperti Ji Hyun yang polos dan ceria seperti dulu. Aku ingin terlihat kalau aku hidup bahagia. Itulah mengapa aku tidak ingin semua tahu kecuali kau. Ji Hyun menggenggam tangan Yi Kyung, dia tidak bisa pura2 tidak kenal Yi Kyung. Yi kyung tanya tentang Han Kang, dia sudah kerja keras demi dirimu. Dia sangat mencintaimu, meskipun orang tuamu tidak tahu, dia ingat 49 hari itu. Dia minta kau mengatakan apa yang ingin kau katakan kalau kau bangun, iya kan? Dia minta agar kau tidak pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal. Ji hyun merasa itu tidak ada artinya, mengatakan "Aku menyukaimu, aku mencintaimu" hanya akan menyakiti Han Kang. Yi Kyung membujuknya, tapi kau juga menderita. Ji hyun melihat bagaimana Yi Kyung menderita karena ditinggal orang yang ia cintai, orang yang ditinggal harus hidup sendirian, jadi kumohon jangan mengatakannya pada Han Kang. Aku cuma ingin dikenang sebagai teman baginya. Yi Kyung menggenggam erat tangan Ji hyun. Han Kang mengunjungi Min ho di penjara. Min Ho tanya, apa kau puas sekarang? Ini mengejutkan, kau benar2 mengunjungiku. Aku ingin melihat betapa senangnya dirimu. Bukankah kau menyombong kalau kau akan menghentikanku? Kau benar2 melakukannya. Han Kang : Tidak, aku tidak puas. Tidak ada yang bisa menggambarkan betapa senangnya aku sekarang karena tidak harus melihat kehancuran moralmu lebih jauh lagi. Min ho menghela nafas, sudah terlambat. Kang Min Ho yang kau kenal sudah tidak ada lagi. Tidak, kata Han Kang. Kau akan kembali. Kau akan menjalani hukumanmu dan kembali. Dan menjadi kakak yang terhormat yang kuingat. Min Ho senyum tipis, kau bilang kau hormat padaku? Han Kang tahu Min Ho adalah orang yang mampu mengatasi kesulitan dan penderitaan. Min Ho : Apa kau tahu kenapa aku menyukaimu? Han Kang heran, kau benar2 menyukaiku? Min ho : Kau pernah merasakan sakit hati karena orang tuamu. Karena kau terlalu jujur, kau sangat murni. Aku tidak punya hal seperti itu. Han Kang berkata kalau Ji Hyun semakin membaik dan ia tidak tahu apa yang dilakukan Min Ho, tapi kalaupun dia ingat aku akan disana untuk Ji Hyun dan membantunya melalui ini. Min ho minta Han kang tidak bicara lagi. Ji hyun pulang ke rumah sebentar dan makan bersama orang tuanya. Makanan-nya banyak sekali dan Ji hyun berkata ini berlebihan. Ayah berkata kalau semua ini masakan bibi, sedangkan ibu hanya masak sup pasta kedelai saja. Ji hyun mencicipi supnya dan berkata dia paling menyukainya. Ayah mengambil makanan dan memberikan ke Ji Hyun, tidak perlu mengurus sup, makan ini juga. Ji Hyun makan sambil senyum. Lalu ia juga membalas mengambilkan makanan untuk ayahnya. Ayah adalah yang terbaik. Ayahnya tersenyum. Ji Hyun juga mengambil untuk ibu dan ibu berkata ini seperti mimpi saja. Meskipun cuma sehari, aku ingin sekali makan bertiga seperti ini. Ayah berkata ibu lebih ambisius darinya, ayah hanya ingin melihat Ji Hyun tersenyum dan ia tidak akan punya penyesalan. Ji Hyun tersenyum, benarkah? Kalau begitu aku bisa mewujudkannya untuk kalian. Ji hyun tersenyum, benar2 berharga menjadi Shin Ji Hyun ini. Kedua orang tuanya ketawa. Mereka makan lagi. Tapi diam-diam Ji Hyun menahan kesedihannya. Malamnya, Ji hyun masuk kamar dan perlahan membereskan foto-fotonya bersama In Jung dan Seo Woo. Ji Hyun memandangi foto mereka dengan sedih. Paginya, Ji Hyun jalan perlahan ke apartemen Yi Kyung, ia mengelus pagar tangga. Yi Kyung berdiri di depan rumah dan melihat Ji Hyun. Yi Kyung tampak sedih. Ji hyun melihatnya dan langsung lari menemui Yi Kyung, unni! Ji hyun kelihatan gembira sekali. Yi Kyung tersenyum, ia tanya jadi selama ini kau selalu menungguku seperti ini disini? Dan aku tidak menyapamu. Ji hyun mengangguk, itu karena kau tidak bisa melihatku. Ji hyun menarik tangan Yi Kyung, kakak, ayo kita kedalam. Yi Kyung membuat kimbap untuk Ji Hyun. Ji Hyun memakannya, kenapa rasanya lebih enak dari buatanku ya? Yi Kyung hanya tersenyum. Ji Hyun mengambil sepotong dan menyuapkan satu untuk Yi Kyung. Ji hyun memandangi Yi Kyung, pasti menyenangkan jika aku bisa ada disisimu. Yi Kyung menahan tangis, apa sekarang waktunya untuk mencemaskanku? Ji Hyun tersenyum, kakak tidak lama lagi akan ada banyak orang baik disekitarmu. Han Kang duduk di kantor sambil merenung. Paman Oh lari masuk, Kang-ah! Ji hyun ada di sini! Han Kang kaget, Ji hyun? Lalu ia bergegas keluar. Han Kang memandangi punggung Ji Hyun. Han Kang menahan perasaan-nya dan berseru : Ya! Shin Ji Hyun, apa yang kau lakukan? Kau seharusnya di RS! Ji hyun menoleh, Aku menyelinap keluar dari RS. Aku ingin pergi ke satu tempat. Han Kang heran, kemana? Ji hyun mengajak Han Kang piknik. Di mobil Ji Hyun berkata dia tidak pernah piknik sambil membawa kimbap dengan pacarku. Han Kang : Sejak kapan aku jadi pacarmu? Ji Hyun membalas, bukan seperti itu. Han Kang geli, aku tahu kau pasti sangat menyukaiku, mengaku saja. Ji Hyun jadi ketawa, Han Kang juga. Ji hyun melihat isi tas, dan berkata dia lupa bawa mp3 player, apa aku bisa pinjam mp3-mu? Buat apa? tanya Han Kang. Ji hyun ingin mendengar musik saat piknik. Han Kang : Kau pinjam cinta, mp3 player, mobil, setelah itu kau mau pinjam apa lagi? Ji Hyun : Kau, Han Kang. Han Kang kaget. Ji Hyun ingin pinjam Han Kang sebagai pacarnya hari ini saja. Ji Hyun tanya apa Han kang tidak suka. Han Kang : Bukan, kalau begitu kau juga, aku ingin meminjammu sebagai pacarku untuk satu hari. Ji Hyun tertegun memandang Han Kang. Mereka piknik di taman, Ji Hyun membuka kotak bekalnya tadda...ini kimbap buatan Shin Ji Hyun. Han Kang kagum, wah ini benar kau yang membuatnya? Ji hyun berkata, suatu pagi ia bangun dan mendengar betapa Han kang sangat memperhatikan orang tuanya, maka Ji Hyun membuat ini sebagai ucapan terima kasih. Han kang makan satu. Ji Hyun tanya, bagaimana rasanya? Han Kang langsung menggoda, bau apa ini? Apa kau yakin memilih bayamnya dengan benar? Ji Hyun cemberut, apa benar tidak enak? Han Kang geli dan menyuapkan kimbap ke mulut Ji Hyun, kalau tidak enak, mana mungkin aku memakannya. Han Kang mengeluarkan ponsel dan memotret kimbap, lalu Ji hyun. Ji hyun protes, hei! Jangan memotretku. Han Kang tetap saja mengambil gambar. Han Kang melihat2 hasil jepretannya, ia memuji fotonya sendiri. Ah anak laki siapa ini yang keren sekali? Ji hyun mencibir. Lalu Han Kang berkata ah anak perempuan ini terlihat.. Ji hyun mendekat, cantik kan? Jelek! kata Han Kang, lihat caramu makan Kimbap. Ji hyun ingin merampas ponsel Han Kang, tapi Han Kang terus menghalanginya, keduanya rebutan ponsel dan kalung ibu Han Kang terjatuh. Keduanya memandang kalung itu dan Ji hyun mengaku kalau itu diperoleh dari ibu Han Kang. Ji hyun : Karena kau sepertinya sudah tidak membenciku, aku akan menceritakannya. Sebenarnya aku..dekat dengan ibumu. Kau tidak tahu itu, iya kan? Han Kang kaget juga, kau dekat dengan ibuku? flashback, Ibu Kang sedang menggoreng sayur balut tepung. Sepertinya timun atau terong dibalur tepung terus digoreng. Ji hyun makan dengan lahap. Ibu Kang tersenyum, kau terlihat sangat cantik dan bahagia kalau sedang makan, Ji Hyun. Ji hyun heran, kata ibu, Han Kang tidak suka makanan ini, tapi kenapa tetap membuatnya? Ibu berkata karena dulu dia tidak bisa menjaga Han Kang dengan sungguh2, jadi sekarang Ibu ingin Han kang makan paling tidak satu atau dua biji saja, cukup. Ji hyun ingin tahu kenapa Han Kang tidak menyukai ibunya. Ibu Kang : Karena aku tidak mengatakan apa yang ia ingin ketahui. Ji Hyun tidak mengerti, kenapa tidak? Ibu Kang : Jika kau sangat mencintai seseorang..meskipun dia salah paham padamu, ada hal yang tidak bisa kau katakan padanya. Karena jika kau mengatakannya, itu akan sangat melukai Kang. Mungkin karena itu cinta..meskipun salah paham, kau tidak merasa perlu untuk menjelaskan tindakanmu. Daripada melukainya, aku lebih memilih dia salah paham. Han Kang ingat saat Jh-kyung juga mengatakan hal itu, ia berpikir, sebenarnya dia hanya menyampaikan kata-kata ibuku.. Han Kang : Sekarang aku akhirnya mengerti. Ji hyun : Kata-kata dan niat ibumu? Han Kang membenarkan. Lalu ia menambahkan, menyembunyikan perasaan lebih melelahkan daripada tidak mengetahuinya. Ji hyun tertegun. Dia juga pernah mengatakan itu pada Han Kang. Kang tanya, kenapa Ji Hyun datang ke rumahnya? Aku bahkan tidak ada di rumah. Ji hyun : Karena kau tidak pernah ada di rumah. Mereka jalan sampai ke satu tempat. Ji Hyun heran, kita mau apa disini? Han Kang menunjuk satu lokasi, jika kau melempar koin ke sana dan mengucapkan harapan, maka harapanmu akan terkabul. Ji Hyun semangat, benarkah? Ini kebetulan sekali, aku punya harapan. Han kang memberikan koin dan Ji hyun melemparnya. Lalu berdoa. Han Kang mengamati Ji hyun, ia ingat... Sebelumnya, Yi Kyung pernah menemui Han Kang. Yi Kyung mengatakan kalau waktu Ji Hyun tidak lama lagi, sebenarnya Ji hyun sudah melarangnya mengatakan pada Han kang. Tapi Yi Kyung tidak tega, karena waktu itu Ji Hyun sangat kesepian, dan saat ini juga sama. Ji hyun tidak ingin orang yang ditinggalkan merasa sakit hati. Jika kau mengantar Ji Hyun pergi sesuai yang diinginkannya, meskipun sangat berat...aku pikir Han Kang seharusnya tahu ini. Han Kang syok. Yi Kyung berkata ia mengerti perasaan Ji Hyun. Han kang sedih : Yang paling aku inginkan adalah melihat Ji hyun hidup. Apa benar2 ada sesuatu seperti itu? Aku tidak harus melihatnya sepanjang hidupku, hanya biarkan dia hidup.. Kembali ke Han Kang dan Ji Hyun. Han Kang ikut berdoa : Kumohon biarkan Ji Hyun hidup dan ada di sisiku Ji Hyun berdoa : Kumohon biarkan Han Kang melupakanku. Keduanya membuka mata dan menghela nafas lega, lalu ketawa. Han Kang sudah mengantar Ji hyun kembali ke RS, di mobil Han Kang bicara sendiri : Kau sudah melakukan dengan baik. Han Kang, kau sudah melakukan dengan baik. Tapi kenapa aku merasa gugup? Ji Hyun selesai mandi, ah segar sekali. Ibu heran, jika kau lelah kenapa harus mandi, cuci muka saja bisa kan? Ji Hyun ketawa, aku tidak lelah sama sekali. Hari ini aku sangat bahagia, benar2 bahagia. Ayah datang dan tanya, apa yang kau lakukan dan dengan siapa sehingga kau merasa bahagia? Ji hyun senang, Ayah datang. Ji hyun langsung menggandeng Ayahnya, Ayah, apa kau mau tahu mengapa aku sangat bahagia? Ayah : Katakan saja padaku. Ji hyun berbisik pada ayahnya : Aku sangat bahagia karena aku terlahir sebagai putrimu. Ayahnya heran tapi senang, Aigoo, benarkah? Lalu ia merangkul Ji Hyun. Ibu merajuk, sekarang ayah dan anak mengucilkanku, iya kan? Ji hyun tertawa tentu saja tidak. Lalu ia juga merangkul ibunya, Ibu.. Ji hyun : Aku sangat bahagia karena aku terlahir sebagai putrimu. Ibu terkejut, ia senang sekali, benarkah? Ji Hyun memeluk ibu. Ji hyun jalan, aku sudah hidup bahagia sepanjang hidupku. Tiba-tiba Ji hyun merasa perutnya sakit. Ji hyun langsung jatuh tersungkur. Ayah dan Ibu panik, ada apa? ada apa Ji Hyun? Ji hyun! Ayah teriak minta Ibu segera memanggil Dokter Jo. Ibu lari keluar. Roh Shin Ji hyun keluar dari tubuhnya. Sudah waktunya bagi Ji Hyun untuk pulang. Scheduler ada di depannya, ia tersenyum dan mengulurkan tangan membantu Ji hyun berdiri. Ji Hyun : Apa kau benar2 menunggu selama ini? Scheduler menahan emosinya, selama ini..Kau benar-benar melakukan-nya dengan baik. Ia membungkuk pada Ji hyun. Ji Hyun menghela nafas, ayo kita pergi, cepat. Scheduler mengerti dan mengantar Ji hyun. Ji Hyun menoleh sebentar ke arah Ayahnya yang menangis sambil memeluk tubuhnya. Lalu ia jalan mengikuti Scheduler. Scheduler dan Ji hyun jalan perlahan ke arah Lift Alam Baka. Di depan Lift, Scheduler mengulurkan tangan dan berjabat tangan dengan Ji Hyun. Scheduler mengulurkan tangan membuka Lift. Ji hyun masuk ke dalam Lift. Ji hyun menahan tangis dan ia tersenyum pada Scheduler. Scheduler juga tersenyum. Pintu lift tertutup dan Scheduler menangis. Ayah dan Ibu menangis di depan mayat Ji hyun. Dokter Jo menjelaskan, penyebab kematian Ji hyun adalah pembengkaan di aorta yang menyebabkan kematian mendadak. Ayah marah, bagaimana mungkin meninggal begitu saja? Dokter Jo berkata aorta di dalam perutnya rusak, seperti bom waktu, bisa meledak kapan saja. Han Kang datang dan terpukul. Meskipun sudah tahu, tapi tetap saja berat baginya. In Jung kerja di perkebunan di Jinan. Ia mendapat telp dan kaget. In Jung menjatuhkan ponselnya dan menangis. Min ho mendapat telp dari In Jung. Oppa..Ji hyun, dia ...sudah meninggal. Min Ho menangis. Upacara kematian Ji Hyun benar2 menyedihkan. Semua menangis karena Ji Hyun. Ayah, Ibu dan Seo Woo. Staf dari Heaven. Terutama Paman Oh, dia emosional sekali. Teman2 Ji hyun yang diwawancara waktu itu. In Jung datang diam-diam dan menangis. Song Yi Kyung duduk di depan altar Ji Hyun, ia menangis sedih. Han Kang apalagi. Han Kang dan Seo Woo menguburkan abu Ji Hyun dan menanam pohon untuk melindunginya. In Jung melihat prosesi itu dari jauh. Sementara Min ho menangis tersedu-sedu di selnya. Setelah semua selesai, Ayah dan Ibu masuk ke kamar Ji Hyun dan tertegun. Kamar itu bersih dan rapi. Tidak ada foto2, buku, atau boneka, semua sudah disimpan rapi. Ayah : Anak ini! Bagaimana dia bisa

0 komentar:

Posting Komentar